Pages

Banner 468 x 60px

 

Wednesday, October 10, 2012

Notasi Matriks

0 comments

Matriks kita beri nama dengan huruf besar seperti A, B, C, dll. Sedangkan elemennya dinotasikan dengan huruf kecil. Matriks yang mempunyai i baris dan j kolom ditulis A=(aij ), artinya suatu matriks A yang elemen-elemennya aij dimana indeks i menyatakan baris ke i dan indeks j menyatakan kolom ke j dari elemen tersebut.
Secara umum, matriks dengan m baris dan n kolom dapat disajikan sebagai berikut.



Matriks A=(aij ), i=1, 2, 3,…..m dan j=1, 2, 3,……., n yang berarti bahwa m adalah banyaknya baris dan n banyaknya kolom.


Ukuran matriks
2 x 2 2 x 1 2 x 3
Jumlah baris
2 2 2
Jumlah kolom
2 1 3

Matriks yang hanya mempunyai satu baris disebut MATRIKS BARIS, sedangkan matriks yang hanya mempunyai satu kolom disebut MATRIKS KOLOM. Dua buah matriks A dan B dikatakan SAMA jika ukurannya sama (mxn) dan berlaku aij = bij untuk setiap i dan j

Contoh Soal:
1. Diketahui matriks

Tentukan
a. ordo matriks M
b. banyaknya Elemen pada matriks M tersebut.
c. Nilai m12 dan m23

Jawab:
a. Karena matriks M mempunyai 2 baris dan 3 kolom, maka matriks M berordo 2x3
b. Matriks M mempunyai 6 elemen
c. m12 artinya elemen yang berada pada baris ke-1 dan kolom ke-2 sehingga m12=-1. m23 artinya elemen yang berada pada baris ke-2 dan kolom ke-3 sehingga m23=5.

2. Tentukan matriks koefisien dari sistem persamaan linear berikut.
2x + 3y – z = 6
4x – y + 3z = 10
–x + 2y – 3z = –9

Jawab:
Matriks koefisien dari sistem persamaan tersebut adalah








Telusuri
Pengertian Matriks, Jenis-jenis matriks, macam-macam matriks, notasi matriks, kesamaan dua matriks, operasi pada matriks, opersi matriks, matriks identitas, matriks segitiga, penjumlahan matriks, pengurangan matriks, penjumlahan dan pengurangan matriks, perkalian matriks, invers matriks, transpose matriks,
Read more...

Pengertian Matriks

0 comments
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai informasi yang disajikan dalam bentuk tabel.
Banyak informasi yang sering disajikan dalam bentuk tabel, diantaranya data rekening telepon, data tagihan listrik, data tabungan, harga penjualan barang, data absensi siswa dan lain-lain. Sebagai ilustrasi awal untuk memahami pengertian matriks, pelajari uraian berikut.
Diketahui data hasil panen seorang petani, selama tiga bulan berturut-turut, disajikan dalam tabel berikut (dalam ton).

Hasil PanenBulan pertamabulan kedua bulan ketiga
jeruk10 8 12
mangga5 14 9

Berdasarkan Tabel diatas, kita pasti memperhatikan setiap keterangan yang ada terkait banyaknya setiap buah yang dipanen dalam bentuk angka yang tertera pada tabel yang disusun letaknya berdasarkan baris dan kolom.
Tabel yang baru kita baca dapat disederhanakan dengan menghilangkan keterangan-keterangan yang terdapat pada tabel, dan mengganti tabel dengan tanda kurung seperti berikut ini.


Kini, data yang telah diubah bentuknya hanya terdiri atas bilangan-bilangan yang disusun menurut baris dan kolom. Bentuk baru seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks.
Sebuah matriks memuat tanda kurung sebagai pembatas. Tanda kurung yang digunakan dapat berupa tanda kurung biasa ataupun tanda kurung siku.

Berikut ini beberapa pengertian tentang matriks :

  • Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil atau kompleks) yang disusun atau dijajarkan secara empat persegi panjang menurut baris-baris dan kolom-kolom.
  • Matriks adalah jajaran elemen (berupa bilangan) berbentuk empat persegi panjang.
  • Matriks adalah suatu himpunan kuantitas-kuantitas (yang disebut elemen), disusun dalam bentuk persegi panjang yang memuat baris-baris dan kolom-kolom.
  • Sekumpulan bilangan yang disusun berdasarkan baris-baris dan kolom-kolom membentuk pola persegi panjang dan ditulis dalam tanda kurung biasa maupun kurung siku.


Notasi yang digunakan






Telusuri
Pengertian Matriks, Jenis-jenis matriks, macam-macam matriks, notasi matriks, kesamaan dua matriks, operasi pada matriks, opersi matriks, matriks identitas, matriks segitiga, penjumlahan matriks, pengurangan matriks, penjumlahan dan pengurangan matriks, perkalian matriks, invers matriks, transpose matriks,
Read more...

Thursday, October 4, 2012

Integral taktentu dari sebuah fungsi

0 comments
Integral sering disebut sebagai anti turunan. Integral taktentu dari sebuah fungsi dinotasikan dengan ʃ f(x)dx (baca: integral f(x) terhadap x). Notasi "ʃ...dx" diperkenalkan pertamakali oleh Leibniz yang digunakan untuk menyatakan integral.

Definisi: Himpunan Semua Fungsi yang turunannya sama dengan f(x) adalah integral dari f(x) dan dinotasikan dengan ʃ f(x)dx.
Dengan kata lain: Jika F'(x)=f(x), maka ʃ f(x)dx =F(x)+C

Contoh:
1. Jika f(x)=4x → f'(x)=4, dengan demikian maka bisa dikatakan ʃ4dx=4x+C
2. Jika f(x)=3x2 → f'(x)=6x, dengan demikian maka bisa dikatakan ʃ6x dx=3x2+C
3. Jika f(x)=6x2+2 → f'(x)=12x, dengan demikian maka bisa dikatakan ʃ12x dx=6x2+C


Rumus Dasar Integral taktentu

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat diperoleh sebuah rumus dasar yang dapat digunakan untuk menentukan hasil dari integral. Rumus dasar Integral tersebut dinyatakan sebagai:

untuk n ≠ -1 dan c sebagai konstanta

Contoh 1:
Tentukan hasil dari ʃ6x2dx
Penyelesaian:


Contoh 2:
Tentukan hasil dari ʃ4x-3dx
Penyelesaian:


Berikut ini beberapa teorema yang akan membantu dalam pengerjaan hitung integral.
Teorema 1
untuk n ≠ -1 dan c sebagai konstanta

Teorema 2
Jika f fungsi yang terintegralkan dan k suatu konstanta, maka
ʃk. f(x)dx = k ʃf(x)dx

Teorema 3
Jika f dan g fungsi-fungsi yang terintegralkan, maka
ʃ (f(x) + g(x))dx = ʃf(x)dx + ʃg(x)dx

Teorema 4
Jika f dan g fungsi-fungsi yang terintegralkan, maka
ʃ (f(x) - g(x))dx = ʃ f(x)dx - ʃ g(x)dx

Teorema 5
Aturan integral parsial
Jika u dan v fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan, maka
ʃ u dv = uv - ʃv du

Teorema 6

Aturan integral trigonometri
ʃ cos x dx = sin x + c
ʃ sin x dx = - cos x + c


Read more...

Wednesday, October 3, 2012

Pertidaksamaan Kuadrat dan Cara Menyelesaikannya

3 comments


Suatu kalimat terbuka yang memuat variabel dengan pangkat positif dan memiliki pangkat tertinggi dua dihubungkan dengan tanda disebut pertidaksamaan kuadrat.
Bentuk umum pertidaksamaan kuadrat :
ax2 + bx + c > 0
ax2 + bx + c ≥ 0
ax2 + bx + c < 0
ax2 + bx + c ≤ 0
dengan a, b, dan c∈ R dan a ≠ 0.

Cara Menyelesaikan Pertidaksamaan Kuadrat
Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat lebih mudah apabila menggunakan garis bilangan. Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat berbeda dengan menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan linear.
Pada pertidaksamaan linear, Anda dapat langsung menentukan daerah penyelesaian setelah memperoleh himpunan penyelesaiannya. Adapun pada pertidaksamaan kuadrat Anda harus menentukan daerahnya terlebih dahulu untuk dapat menentukan himpunan penyelesaiannya. Berikut ini beberapa langkah yang harus dipahami dalam menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat.

  1. Nyatakan bantuk pertidaksamaan kuadrat dengan cara menjadikan ruas kanan sama dengan nol 
  2. Tentukan akar-akar dari pertidakasamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan, melengkapkan kuadrat sempurna, atau rumus abc 
  3. Tentukan nilai-nilai pembuat nol dari akar-akar petidaksamaan kuadrat pada tahap b. 
  4. Gambarkanlah nilai-nilai pembuat nol yang diperoleh pada langkah 3 pada diagram garis bilangan 
  5. Tentukanlah tanda di daerah sekitar pembuat nol, yaitu (+) dan (-) dengan cara menyubstitusikan nilai x yang lebih besar atau lebih kecil dari x1 atau x2
  6. Himpunan penyelesaian dari suatu pertidaksamaan dilihat dari tanda pertidaksamaannya. Jika tandanya < atau ≤ maka daerah hasil yang dimaksud adalah daerah negatif. Dan jika tandanya > atau ≥ maka daerah hasil yang dimaksud adalah daerah negatif. Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut dinyatakan dalam bentuk interval.

Contoh:
1. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan x2 –5x –14 ≤ 0,
untuk x∈ R.
Jawab:
x2 –5x –14 ≤ 0
x2 –5x –14 ≤ 0
(x –7) (x + 2) ≤ 0
x1 = 7 x1 = –2

Uji daerah penyelesaian dengan cara mengambil sembarang titik selain 7 dan -2. Misalnya kita akan mengambil nilai x = 0.
x = 0 ⇒ x2 – 5x –14 = 02 – 5.0 – 14 = –14 (negatif)

pada garis bilangan diatas angka 0 berada diantara -2 dan 7, sehingga daerah diatara -2 sampai 7 bernilai negatif (-)

Karena x2 –5x –14 ≤ 0, maka daerah yang kita ambil adalah yang bernilai negatif (-)
Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { x | –2 ≤ x ≤ 7, x∈ R}.


2. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
2x2 + 5x + 15 < 3x2 + 5x – 1, untuk x∈ R.
Jawab:
2x2 + 5x + 15 < 3x2 + 5x –1
2x2 + 5x + 15 –3x2 –5x + 1 < 0
–x2 + 16 < 0
x2 –16 > 0
(x – 4) (x + 4) > 0

x = 4 atau x = –4
Uji daerah penyelesaian dengan cara mengambil sembarang titik selain 7 dan -2. Misalnya kita akan mengambil nilai x = 0.
ambil x = 0 ⇒ x2 –16 = 02 –16 = –16 (negatif)

Jadi, himpunan penyelesaian adalah {x | x < –4 atau x > 4, x ∈ R}.

3. Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 4x –12 ≤ 0, untuk x∈ R adalah ....
Jawab:
x2 + 4x –12 ≤ 0
x2 + 4x –12 ≤ 0
(x + 6) (x – 2) ≤ 0
x + 6 = 0 atau x – 2 = 0
x = – 6 atau x = 2
Uji daerah penyelesaian dengan cara mengambil sembarang titik selain 7 dan -2. Misalnya kita akan mengambil nilai x = 0.
ambil x = 0 ⇒ x2 + 4x –12 = 02 + 4.0 –12 = –12 (negatif )

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {x | –6 ≤ x ≤ 2, x∈ R}
Read more...

Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan

0 comments


Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan dapat digambarkan pada garis bilangan, khususnya untuk himpunan penyelesaian berupa interval. Batas-batas interval digambarkan dengan menggunakan tanda bulatan penuh atau bulatan kosong. Tanda bulatan penuh menunjukkan bilangan tersebut termasuk ke dalam himpunan penyelesaian, dan tanda bulatan kosong menunjukkan bilangan tersebut tidak termasuk ke dalam himpunan penyelesaian.
Berikut ini beberapa bentuk dari interval yang sering dijumpai dalam pertidaksamaan.

Macam-macam Garis Bilangan Himpunan

Interval tertutup

{x | a ≤ x ≤ b, x∈R} = [a, b]


Interval setengah tertutup

{x | a ≤ x < b, x∈R} = [a, b)



{x | a < x ≤ b, x∈R} = (a, b]



Interval terbuka

{x | a < x < b, x∈R} = (a, b)



Interval setengah garis

{x | x ≥ a, x∈R} = [a, ∞)



{x | x > a, x∈R) = ( a, ∞)



{x | x ≤ a, x∈R) = (-∞, a]



{x | x < a, x∈ R) = (-∞, a)

contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dan garis bilangan dari 3x + 4 ≥ 2x - 5, untuk setiap x∈ R.
Penyelesaian:

a. 3x +4 ≥ 2x –5
3x – 2x + 4 ≥ 2x –2x–5 (kedua ruas dikurangi 2x)
x + 4 ≥ –5
x + 4 –4 ≥ –5 –4 (kedua ruas dikurangi 4)
x ≥ –9
Himpunan penyelesaian
{x | x ≥ –9 x∈ R}

Read more...

Hujan Angin Hantam Puluhan Rumah & Minimarket di Legok dan sekitanya

0 comments

TANGERANG- Angin kencang dibarengi hujan deras diwilayah Tangerang menumbangkan banyak pohon dan bangunan serta Baliho di Serpong dan sekitarnya, Selasa (2/10/2012).
Di wilayah Caringin Legok Kabupaten Tangerang kanopi Alfamart roboh menimba karyawan hingga luka-luka bagian kepalanya.
Menurut Kapolsek Legok, Akp Purwadi, korban belum diketahui namanya dilarikan ke rumah terdekat. “Ada satu rumah milik warga di desa Kemuning dan satu Minimarket di desa Caringin rubuh, serta beberapa rumah juga dilaporkan genteng rumahnya berterbangan akibat diterjang angin kencang,” jelasnya.
Suasana lalu-lintas di jalan raya Serpong macet parah akibat baliho yang roboh. Di jalan KH Hasyim Ashari juga macet akibat genangan air kurang lebih setinggi 10 CM.
Di Jalan Perintis Kemerdekaan tower radio swasta roboh menimpa mobil Daihatzu Terios silver sedang parkir hingga penyok. Hujan disertai angin berlangsung sekitar 60 menit dan peristiwa itu juga dirasakan warga di sepuluh desa yang ada di kecamatan Legok.
Read more...

Tuesday, October 2, 2012

Pertidaksamaan Linear dan sifatnya

0 comments


Pertidaksamaan linear adalah kalimat terbuka yang menggunakan tanda <, ≤ ,>, atau ≥, dan mengandung variabel dengan pangkat bilangan bulat positif dan pangkat tertingginya satu.
Bentuk umum dari pertidaksamaan linear :
ax + b > 0 ; ax + b ≥ 0
ax + b < 0 ; ax +b ≤ 0
dengan a, b ∈ R, a ≠ 0.


1. Sifat-Sifat Pertidaksamaan
a. Sifat tak negatif
Untuk a∈R maka a ≥ 0.

b. Sifat transitif
Untuk a, b, c∈R
jika a < b dan b < c maka a < c;
jika a > b dan b > c maka a > c.

c. Sifat penjumlahan
Untuk a, b, c∈R
jika a < b maka a + c < b + c;
jika a > b maka a + c > b + c.
Jika kedua ruas pertidaksamaan dijumlahkan dengan bilangan yang sama tidak mengubah tanda ketidaksamaan.

d. Sifat perkalian
Jika a < b, c > 0 maka ac < bc.
Jika a > b, c > 0 maka ac > bc.
Jika a < b, c < 0 maka ac > bc.
Jika kedua ruas pertidaksamaan dikalikan bilangan (riil) positif tidak akan mengubah tanda ketidaksamaan, sedangkan jika dikalikan bilangan negatif akan mengubah tanda ketidaksamaan.

e. Sifat kebalikan
Jika a > 0 maka 1/a > 0.
Jika a < 0 maka 1/a < 0.
Suatu bilangan dan kebalikannya memiliki tanda yang sama baik untuk bilangan positif maupun negatif.


Contoh Soal
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut.
a. 3x + 4 ≥ 2x – 5
b. 2x – 6 ≤ 5x – 9

Jawab:
a. 3x +4 ≥ 2x –5
3x – 2x + 4 ≥ 2x –2x–5 (kedua ruas dikurangi 2x)
x + 4 ≥ –5
x + 4 –4 ≥ –5 –4 (kedua ruas dikurangi 4)
x ≥ –9
b. 2x –6 ≤ 5x –9
2x –5x –6 ≤ 5x –5x –9 (kedua ruas dikurangi 5x)
–3x –6 ≤ –9
–3x –6 + 6 ≤ –9 + 6 (kedua ruas ditambah 6)
–3x ≤ –3(kedua ruas dibagi –3)
x ≥ 1




Read more...

Menyusun Persamaan Kuadrat Baru

1 comments


Pada saat pertama kali kita belajar persamaan kuadrat, suatu persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 dapat kita faktorkan menjadi a(x - α)(x - β)=0, dengan α dan β adalah akar-akar persamaan kuadrat.
Nah, sekarang kita akan menyusun atau menentukan persamaan kuadrat yang diketahui bentuk akar-akar persamaannya.

Menyusun Persamaan Kuadrat yang Diketahui Akar-Akarnya
Jika suatu persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2 maka persamaan kuadratnya dapat dinyatakan dalam bentuk:
(x – x1) (x – x2) = 0


contoh 1.:
Susunlah persamaan kuadrat jika diketahui akar-akarnya –2 dan 3
penyelesaian:
karena persamaan kuadrat memiliki akar-akar –2 dan 3, maka
x1 = –2 dan x2 = 3
dengan demikian:
(x – x1) (x – x2) = 0
(x – (–2)) (x – 3) = 0
(x + 2) (x – 3) = 0
x2 – 3x + 2x – 6 = 0
x2 – x – 6 = 0, yaitu dengan menganggap a = 1

contoh 2.:
Susunlah persamaan kuadrat jika diketahui akar-akarnya -3 dan 3
penyelesaian:
karena persamaan kuadrat memiliki akar-akar -3 dan 3, maka
x1 = -3 dan x2 = 3
dengan demikian:
(x – x1) (x – x2) = 0
(x – (–3)) (x – 3) = 0
(x + 3) (x – 3) = 0
x2 – 3x + 3x – 9 = 0
x2 – 9 = 0, yaitu dengan menganggap a = 1

Menyusun Persamaan Kuadrat yang Diketahui Jumlah dan Hasil Kali Akar-Akarnya
Jika suatu persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2, dan diketahui (x1 + x2) dan (x1.x2) maka persamaan kuadratnya dapat dinyatakan dalam bentuk
x2 – (x1 + x2)x + x1.x2 = 0
Bentuk persamaan tersebut dapat digunakan untuk menyusun persamaan kuadrat baru jika diketahui akar-akar persamaan kuadrat baru berhubungan dengan persamaan kuadrat yang lain.

Contoh Soal:
contoh 3.:
1. Tentukan persamaan kuadrat dengan rumus yang akar-akarnya 1 dan –4
penyelesaian:
karena persamaan kuadrat memiliki akar-akar 1 dan -4, maka
x1 = 1 dan x2 = -4
dengan demikian:
x2 -(x1 + x2)x+ x1.x2 = 0
x2 -(1 + (-4))x+ 1.(-4) = 0
x2 - (-3)x - 4 = 0
x2 + 3x - 4 = 0

2. Tentukan persamaan kuadrat dengan rumus yang akar-akarnya 3 dan −1/2
penyelesaian:
karena persamaan kuadrat memiliki akar-akar 3 dan -1/2, maka

sehingga persamaan kuadratnya adalah


3. Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya 2 lebihnya dari akar-akar persamaan 3x2 – 4x + 2 = 0
Jawab:
Misalkan, x adalah akar dari persamaan kuadrat 3x2 – 4x + 2 = 0, sedangkan persamaan kuadrat baru memiliki akar-akar a, maka
a = x + 2 ⇔ x = a – 2
Substitusikan x = a – 2 ke dalam persamaan kuadrat semula sehingga
diperoleh:
3x2 – 4x + 2 = 0
3 (a – 2)2 – 4 (a – 2) + 2 = 0
3 (a2 – 4a + 4) – 4a + 8 + 2 = 0
3a2 – 12a + 12 – 4a + 10 = 0
3a2 – 16a + 22 = 0
Jadi, persamaan kuadrat barunya adalah 3a2 – 16a + 22 = 0 atau dapat juga dinyatakan dalam bentuk 3x2 – 16x + 22 = 0.


4. Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 mempunyai akar x1 dan x2. Jika x1 + x2 = 3 dan x1.x2= –1/2, persamaan kuadrat tersebut adalah

penyelesaian:
karena persamaan kuadrat memiliki
x1 + x2 = 3
x1.x2 = -1/2
dengan demikian:
x2 -(x1 + x2)x+ x1.x2 = 0
x2 -(3)x - 1/2 = 0
x2 - 3x - 1/2 = 0
2x2 - 6x - 1 = 0


5. Diketahui akar-akar persamaan kuadrat x2 – 8x – 2 = 0 adalah x1 dan x2. Susunlah persamaan kuadrat baru yang akar-akarnya x1/x2 dan x2/x1

penyelesaian:
x2 – 8x – 2 = 0
Dengan nilai a = 1, b = –8, c = –2 maka

Misalkan, akar-akar persamaan kuadrat barunya adalah α dan β


Jadi, persamaan kuadrat barunya adalah:
x2 – (α + β)x + (α.β) = 0
x2 – (–34)x + 1 = 0
x2 + 34x + 1 = 0.
Read more...

Bukti sifat ke 7 dan 8 logaritma

0 comments


Sifat 7
Untuk a > 0, x > 0, y > 0, a, x, dan y ∈ R berlaku:
alog x · xlog y = alog y

Bukti:
misalkan
alog x = p ⇔ ap = x
xlog y = q ⇔ xq = y
Dari bentuk pangkat tersebut diperoleh
y = xq ⇔ y = (ap)q
⇔ y = apq
alog y = alog apq
alog y = pq. alog a
alog y = pq
alog y = alog x · xlog y
Jadi alog x · xlog y = alog y



Sifat 8
Untuk a > 0, serta a dan x ∈ R, berlaku:
aalog x = x
Bukti:
alog x = n ⇔ an = x
x = an ⇔ x = aalog x
jadi aalog x = x


Read more...

Monday, October 1, 2012

Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat

0 comments
Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari cara mencari akar-akar persamaan kuadrat dengan berbagai cara. Jika akar-akar persamaan kuadrat telah kita peroleh maka dengan mudah kita dapat mencari hasil kali dan jumlah akar-akar persamaan kuadrat tersebut.
Lalu, Bagaimana halnya jika akar-akar persamaan kuadratnya belum diperoleh, dan kita akan mencari jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat? Bisakah kita menentukan hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat tanpa harus mencari akar-akarnya?
Jawabannya adalah “Bisa”.
Jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat dapat diperoleh dengan cara berikut ini.
Misalkan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 memiliki akar-akar x1, x2 sebagai berikut:


Maka jumlah akar-akar persamaan kuadrat adalah:

Jadi, rumus hasil jumlah akar-akar persamaan kuadrat adalah:


Sedangkan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat adalah:

Jadi, rumus hasil kali akar-akar persamaan kuadrat adalah:


Contoh Soal:
Jika x1, x2 merupakan akar-akar dari persamaan kuadrat 2x2 + 4x – 14 = 0, tentukan nilai dari:

Penyelesaian :






Read more...