Pages

Banner 468 x 60px

 
Showing posts with label Matematika SMA. Show all posts
Showing posts with label Matematika SMA. Show all posts

Tuesday, December 18, 2012

Contoh Soal Persamaan Logaritma

0 comments

no.1
Himpunan penyelesaian dari persamaan 3log2x - 3log x5 + 2log 16 = 0 adalah .....
A. {1, 4}
B. {2, 3}
C. {3, 81}
D. {9, 27}
E. {27, 81}

Penyelesaian.
3log2x - 3log x5 + 2log 16 = 0
(3log x - 4)(3log - 1) = 0
3log x - 4 =0 atau 3log x - 1 = 0
3log x = 4 atau 3log x = 1
x = 34 = 81 atau x = 3


no. 2
jika 6(340)(2log a) + 341(2log a) = 343, maka nilai alog 2 adalah ....
A. 1/8
B. 1/4
C. 1/3
D. 3
E. 8

Penyelesaian.
6(340)(2log a) + 341(2log a) = 343
2(341)(2log a) + 341(2log a) = 34132
(2+1)(341 2log a) = 34132
2log a = 3
alog 3 = 1/3

no. 3
Jika log (2x + 10) = 2, nilai x adalah ....
A. 2
B. 7
C. 9
D. 45
E. 90

Penyelesaian.
log (2x + 10) = 2
log (2x + 10) = log 102
2x + 10 = 100
2x = 90
x = 45

no. 4
Nilai x dari ½ log (x + 2) + log 5 = 1 adalah ....
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Penyelesaian.
½ log (x + 2) + log 5 = 1
log (x + 2) + 2 log 5 = 2
log (x + 2) + log 52 = log 102
log (x + 2).25 = log 100
(x + 2).25 = 100
x + 2 = 4
x = 4 – 2 = 2

no. 5
jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan (5 – 2.log x)log x = log 1000, maka x12 + x22 = ....
A. 0
B. 10
C. 100
D. 1000
E. 1100

Penyelesaian.
(5 – 2.log x)log x = log 1000
5 log x – 2 log2x = 3
2 log2x – 5 log x + 3 = 0
(2 log x – 3)(log x – 1) = 0
log x = 3/2 atau log x = 1
x = 103/2 atau x = 10
x12 + x22 = (103/2)2 + 102 = 1000 + 100 = 1100
Read more...

Wednesday, November 7, 2012

Cara Menentukan Nilai integral dari (ln x)/x

0 comments

Tentukan nilai dari : ∫ (ln x)/x dx

Untuk menentukan nilai integral bentuk ini, pertama-tama ubah nilai dari tan x menjadi bentuk (sin x/cos x), sehingga



Misalkan:


subtitusikan nilai -du=sin x, u=cos x ke persamaan


hasil diatas masih bisa kita ubah menjadi bentuk lain yaitu:
∫tan x dx
=-ln |cos x|+C

= ln |(cos x)-1 |+C

= ln |sec x|+C

Sehingga
∫tan x dx = -ln |cos x|+ C = ln |sec x| + C
Read more...

Persamaan lingkaran yang berpusat di (a,b) dan berjari-jari r

0 comments


Persamaan lingkaran yang berpusat di titik (a,b) dan berjari-jari r dapat ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.


Misalkan titik P(x,y) adalah sembarang titik yang terletak pada lingkaran. Buat garis g melalui pusat A(a,b) dan sejajar dengan sumbu x (perhatikan gambar diatas). Proyeksi P pada garis g adalah P’, sehingga ΔAP’P adalah segitiga siku-siku di dengan AP’ = x – a, PP’ = y – b dan AP = r (jari-jari lingkaran).

Dengan menggunakan Teorema Phytagoras pada segitiga siku-siku AP’P, diperoleh :
AP2 = (AP’)2 + (PP’)2
r2 = (x – a)2 + (y – b)2
(x – a)2 + (y – b)2 = r2

Dengan demikian, Persamaan lingkaran yang berpusat di titik A(a,b) dan jari-jari r adalah:
(x – a)2 + (y – b)2 = r2


Contoh 1:
Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di titik (3, –1) dan berjari-jari 5 satuan.
Jawab:
(x – a)2 + (y – b)2 = r2
(x – 3)2 + (y – (–1))2 = 52
(x – 3)2 + (y + 1)2 = 25

Contoh 2:
Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di titik (1, 3) dan melalui (4, 2).
Jawab:
Karena jari-jari lingkarannya belum ada, maka langkah pertama harus menentukan jari-jarinya lebih dulu, dengan subtitusi titik ke persamaan.
(x – a)2 + (y – b)2 = r2
(4 – 1)2 + (2 – 3)2 = r2
(3)2 + (1)2 = r2
9 + 1 = r2
r2 = 10
Sehingga persamaan lingkarannya adalah:
(x – 1)2 + (y – 3)2 = 10
Read more...

Tuesday, November 6, 2012

Persamaan lingkaran yang berpusat di O (0,0) dan berjari-jari r

0 comments

Persamaan lingkaran yang berpusat di O (0,0)


Persamaan lingkaran yang berpusat di O (0,0) dan berjari-jari r dapat diperoleh menggunakan teorema Phytagoras. Perhatikan gambar berikut ini.


Misalkan titik A(x,y) adalah sembarang titik yang terletak pada lingkaran yang berpusat di titik asal O. Dengan menarik garis melalui titik A dan tegak lurus sumbu x, maka akan didapatkan suatu segitiga siku-siku.


Dengan menggunakan teorema Phytagoras pada Δ diatas, maka
r = |OA|
r2 = x2 + y2
x2 + y2 = r2
Dengan demikian, Persamaan lingkaran yang berpusat di titik O(0,0) dan jari-jari r adalah :
x2 + y2 = r2
untuk lebih memperjelas, perhatikan contoh soal dibawah ini.

contoh 1:
Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di O(0,0) dan berjari-jari 4

jawab:
x2 + y2 = r2
x2 + y2 = 42
x2 + y2 = 16


contoh 2:
Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di O(0,0) dan melalui titik (1,3)

jawab:
Karena jari-jari lingkarannya belum diketahui, maka langkah pertama kita harus mencari jari-jari lingkarannya dengan cara mensubtitusikan titik (1,3) ke persamaan lingkarannya. sehingga
x2 + y2 = r2
12 + 32 = r2
1 + 9 = r2
r2 = 10
dengan demikian, maka persamaan lingkarannya adalah:
x2 +y2 = 10


contoh 3:
Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran yang mempunyai persamaan x2 + y2 = 9

jawab:
x2 + y2 = 9
x2 + y2 = 32
dengan demikian maka
Pusat (0,0) dan r = 3
Read more...

Friday, November 2, 2012

Menentukan persamaan fungsi kuadrat

0 comments


c. Menentukan persamaan fungsi kuadrat
Pada materi sebelumnya telah dibahas langkah-langkah untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat, apabila fungsi kuadratnya diketahui. Sebaliknya, bagaimana cara untuk menentukan fungsi kuadrat jika grafiknya diketahui?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, simak penjelasan dibawah ini.

Ada beberapa cara yang dapat digunakan Untuk menentukan persamaan fungsi kuadrat, yaitu:
1. Jika grafik fungsi kuadratnya memotong sumbu x di titik (x1, 0) dan (x2, 0) maka persamaanya
y = a(x – x1 )(x – x2 )
2. Jika grafik fungsi kuadratnya mempunyai titik balik (xe, ye), maka persamaannya
y = a(x–xe)2 + ye
3. jika grafik kuadratnya melalui 3 titik selain yang disebutkan diatas, maka untuk menentukan persamaan
kuadratnya digunakan cara subtitusi dan eliminasi titik ke bentuk umum persamaan kuadrat, yaitu:
y= ax2 + bx + c

oke mari kita bahas satu-persatu
1. Menentukan grafik fungsi kuadrat memotong sumbu x
Untuk grafik fungsi kuadrat memotong sumbu x di titik (x1, 0) dan (x2, 0) maka persamaannya
y = a(x – x1 ) (x – x2 )

Kemudian substitusikan salah satu titik yang tidak terletak pada sumbu x ke persamaan untuk memperoleh nilai a, lalu substitusikan nilai a yang telah diperoleh pada persamaannya.

Contoh 1:
Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu x di titik (–1,0) dan
(3,0) serta melalui titik (1,8)!
Penyelesaian:
grafiknya memotong sumbu x di titik
sehingga x1 = – 1 dan x2 = 3

Fungsi kuadrat tersebut adalah
y = a(x – x1 ) (x – x2 )
y = a(x – (– 1) ) (x – 3 )
y = a(x + 1)(x – 3) ......... (1)
Melalui titik (1,8) ⇒ subtitusikan titik ini ke persamaan yang di peroleh, yaitu persamaan (1)
y = a(x + 1)(x – 3)
8 = a(1 + 1)(1– 3)
8 = a (2). (–2)
8 = a(–4)
a = –2
subtitusikan nilai a = –2 ke persamaan (1), sehingga:
y = –2(x + 1)(x – 3)
y = – 2(x2 – 2x – 3)
y = – 2x2 + 4x + 6.
Jadi, fungsi kuadrat tersebut adalah y = –2x2 + 4x + 6.

Contoh 1:
Tentukan fungsi kuadrat di bawah ini:


Jawab:
Grafik fungsi kuadrat diatas memotong sumbu x di titik (1,0) dan (3,0) serta melalui titik (0,3). sehingga diketahui:
x1 = 1 dan x2 = 3
Fungsi kuadrat tersebut adalah
y = a(x – x1 ) (x – x2 )
y = a(x – 1 ) (x – 3 ) ......... (1)
Melalui titik (0,3) ⇒ subtitusikan titik ini ke persamaan yang di peroleh, yaitu persamaan (1)
y = a(x – 1)(x – 3)
3 = a(0 – 1)(0 – 3)
3 = a (–1). (–3)
3 = a(3)
a = 1
subtitusikan nilai a = 1 ke persamaan (1), sehingga:
y = 1(x – 1)(x – 3)
y = (x2 – 4x + 3)
Jadi, fungsi kuadrat tersebut adalah y = x2 – 4x + 3.

2. Menentukan grafik fungsi kuadrat yang mempunyai titik puncak (xe,ye)
Jika grafik fungsi kuadrat mempunyai titik puncak (xe,ye) maka persamaan yang digunakan adalah
y = a(x–xe)2 + ye
Kemudian substitusikan titik yang bukan titik puncak ke persamaan untuk memperoleh nilai a, lalu substitusikan nilai a yang telah diperoleh pada persamaannya.

Contoh 1:
Tentukan fungsi kuadrat yang mempunyai titik puncak (1,2) dan melalui (0,3)!
Penyelesaian:
P(1,2) → xe = 1 dan ye = 2
Fungsi kuadrat tersebut adalah
y = a(x - xe)2 + ye.
y = a(x - 1)2 + 2 .... (1)
Melalui titik (0,3) ⇒ subtitusikan titik ini ke persamaan yang di peroleh, yaitu persamaan (1)
3 = a(0-1)2 + 2
3 = a + 2 ⇒ a =1
subtitusikan nilai a = 1 ke persamaan (1), sehingga:
y = 1(x -1)2 + 2
y = x2 - 2x + 1 + 2
y = x2 - 2x + 3.
Jadi, fungsi kuadrat tersebut adalah y = x2 – 2x + 3.

3. Menentukan grafik fungsi kuadrat yang melalui 3 titik yang tidak segaris
jika grafik kuadratnya melalui 3 titik selain yang disebutkan diatas, maka untuk menentukan persamaan kuadratnya digunakan cara subtitusi dan eliminasi titik ke bentuk umum persamaan kuadrat, yaitu:
y = ax2 + bx + c

Contoh 1:
Tentukan fungsi kuadrat yang melaui titik-titik (0,3), (1,4) dan (2,9) !



Read more...

Thursday, November 1, 2012

Cara menggambar Fungsi Kuadrat

0 comments


a. Pengertian fungsi kuadrat
Suatu fungsi dalam himpunan bilangan yang dinyatakan dengan rumus fungsi
y = f(x) = ax2 + bx +c dengan a, b, c, Î R dan a ¹ 0 disebut fungsi kuadarat dalam x.
Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola simetris.


b. Sketsa grafik fungsi kuadrat
Langka -langkah membuat sketsa grafik fungsi kuadrat fungsi kuadrat :
1. Menentukan titik potong dengan sumbu x, → y = 0 (jika ada)
2. Menentukan titik potong dengan sumbu y, → x = 0 (jika ada)
3. Menentukan persamaan sumbu simetri xe

4. Mentukan titik puncak atau koordinat titik balik (xe, ye)

5. Titik Bantu
- Jika a > 0 grafik terbuka ke atas, maka parabola memiliki nilai minimum
- Jika a < 0 grafik terbuka ke bawah, maka parabola memiliki nilai maksimum

Contoh:
Sketsalah grafik fungsi kuadrat y = x2 – 4x + 5 !

Jawab:
1. Titik potong dengan sumbu x → y = 0
x2 – 4x + 5 = 0 (tidak mempunyai titik potong karena D < 0)
2. Titik potong dengan sumbu y → x = 0
x = 0 → y = 5 …. (0,5)
3. Sumbu simetri x
4. Mentukan titik puncak atau koordinat titik balik (xe, ye)

Titik puncak koordinat (2,1)
5. Titik Bantu
Dari titik bantu diatas dapat kita buat sketsa fungsi kuadratnya, seperti gambar dibawah ini








Read more...

Fungsi kuadrat berbentuk y=ax^2 + bx + c

0 comments

Bentuk umum fungsi kuadrat ditulis dalam:

y = ax2 + bx + c

Salah satu cara untuk menentukan unsur utama fungsi kuadrat, yaitu sumbu simetri dan puncak, adalah dengan mengubah ke bentuk umum fungsi kuadrat menjadi bentuk y = a(x-p)2 + k dengan rumus kuadrat sempurna.
Perhatikan skema berikut !


Contoh 1
Ubahlah persamaan berikut ke bentuk y = a(x-p)2 +k !
1. y = x2 + 4x +1
2. y = 4x2 + 8x +5
Jawaban
1.
y = x2 + 4x + 1

y =(x2 + 4x) + 1

y = (x + 2)2 – 4 + 1

y = (x + 2)2 – 3
2.
y = 4x2 + 8x + 5

y = 4(x2 + 2x) + 5

y = 4(x + 1)2 – 4 + 5

y = 4(x + 1)2 + 1

Contoh 2
Diketahui fungsi kuadrat y = 2x2 + 4x +5 , tetukan puncak dan sumbu simetrinya
Jawab :

y = 2x2 + 4x + 5

y = 2(x2 + 2x) + 5

y = 2(x + 1)2 – 2 + 5

y = 2(x + 1)2 + 3

p = -1 atau k = 3 , Puncak (p,k ) --> P(-1,3) ,
Sumbu simetri x = p --> x = -1 ,

Read more...

Wednesday, October 31, 2012

Trigonometri (Pembahasan SP 1 kelas 11 IPA)

0 comments



No.1
sin 15° = p
dengan bantuan segitiga siku-siku, maka

Dari gambar diatas diperoleh
cos 15°
=
Sehingga:
Sin 75°
= sin (90 – 15)°

= cos 15°

=


No.2
Sin 65°. Cos 50° + cos 65°. Sin 50°
=sin (65° + 50°)

= sin (90° + 25°)

= cos 25°


No.3
cos4 15° - sin4 15°
=(cos2 15° - sin2 15°)(cos2 15°+ sin2 15°)

= cos 2(15°)

= cos 30°

=


No.4



No.5

sin 2x = sin 30°
2x = 30°+n.360°
x = 15°+n.180°
untuk n=0 → x = 15°

2x =(180-30)°+ n.360°
2x = 150°+ n.360°
x = 75°+ n.180°
untuk n=0 → x = 75°
sehingga jumlah nilai x adalah 15° + 75° = 90°

No.6

Dengan membagi persamaan (1) dan (2) diperoleh

Dengan bantuan segitiga siku-siku, maka

dari segitiga siku-siku diatas didapatkan:

Kemudian, subtitusikan nilai sin 1/2(x-y) ke persamaan (1), sehingga:



No.7



No.8

karena  270°< 2A <360°  →  135° < A <180°  →   sin  bernilai (+) sehingga sin A = 1/3

No.9




No.10



left
Read more...

Wednesday, October 17, 2012

Contoh Soal (Menentukan Peluang)

0 comments

Berikut ini pembahasan soal dari Lembar Kerja Siswa (LKS) kelas 11 IPA bab peluang. Semoga bermanfaat...

NO. 1
jika disediakan 9 angka, yaitu 1, 2, 3, ...., 9 akan dibentuk bilangan dengan 5 angka dan tidak boleh ada angka yang sama.
a. berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk?
b. berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk, jika bilangan itu habis dibagi 5
c. berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk, jika bilangan itu tidak habis dibagi 5.
penyelesaian
a. banyak bilangan yang dapat dibentuk:
cara I

Sehingga banyak bilangan yang etrbentuk = 9. 8. 7. 6. 5 = 15120 cara

Cara II


b.banyak bilangan yang habis dibagi 5 yang dapat dibentuk:
bilangan yang habis dibagi dengan 5 adalah angka memiliki angka terakhir 5, sehingga

Sehingga banyak bilangan yang etrbentuk = 8. 7. 6. 5. 1 = 1680 cara

c.banyak bilangan yang tidak habis dibagi 5 yang dapat dibentuk:
= 15120 - 1680 = 13440


NO. 2
(Maaf, saya lupa soal lengkapnya. Kurang lebih seperti ini)
Jika sebuah mata uang dan sebuah dadu dilemparkan secara bersama-sama, tentukan peluang dari:
a. Muncul gambar pada mata uang dan angka ganjil pada dadu
b. Muncul Angka pada mata uang dan angka kurang dari 6 pada dadu
penyelesaian
a. Muncul gambar pada mata uang dan angka ganjil pada dadu

A = Kejadian muncul gambar pada mata uang dan angka ganjil pada dadu
A = {(G,1), (G,3), (G,5)}


b. Muncul Angka pada mata uang dan angka kurang dari 6 pada dadu

B = Kejadian muncul Angka pada mata uang dan angka kurang dari 6 pada dadu
B = {(A,1), (A,2), (A,3), (A,4), (A,5)}



NO. 3
Dalam sebuah kotak terdapat 6 bola merah dan 4 bola biru. Diambil dua buah bola satu demi satu tanpa pengembalian. Berapa peluang yang terambil itu
a. bola merah pada pengambilan pertama dan bola biru pada pengambilan ke dua
b. bola biru pada pengambilan pertama maupun ke dua

penyelesaian
a. peluang terambilnya bola merah pada pengambilan pertama dan bola biru pada pengambilan ke dua


b. peluang terambilnya bola biru pada pengambilan pertama maupun ke dua






Read more...

Wednesday, October 10, 2012

Notasi Matriks

0 comments

Matriks kita beri nama dengan huruf besar seperti A, B, C, dll. Sedangkan elemennya dinotasikan dengan huruf kecil. Matriks yang mempunyai i baris dan j kolom ditulis A=(aij ), artinya suatu matriks A yang elemen-elemennya aij dimana indeks i menyatakan baris ke i dan indeks j menyatakan kolom ke j dari elemen tersebut.
Secara umum, matriks dengan m baris dan n kolom dapat disajikan sebagai berikut.



Matriks A=(aij ), i=1, 2, 3,…..m dan j=1, 2, 3,……., n yang berarti bahwa m adalah banyaknya baris dan n banyaknya kolom.


Ukuran matriks
2 x 2 2 x 1 2 x 3
Jumlah baris
2 2 2
Jumlah kolom
2 1 3

Matriks yang hanya mempunyai satu baris disebut MATRIKS BARIS, sedangkan matriks yang hanya mempunyai satu kolom disebut MATRIKS KOLOM. Dua buah matriks A dan B dikatakan SAMA jika ukurannya sama (mxn) dan berlaku aij = bij untuk setiap i dan j

Contoh Soal:
1. Diketahui matriks

Tentukan
a. ordo matriks M
b. banyaknya Elemen pada matriks M tersebut.
c. Nilai m12 dan m23

Jawab:
a. Karena matriks M mempunyai 2 baris dan 3 kolom, maka matriks M berordo 2x3
b. Matriks M mempunyai 6 elemen
c. m12 artinya elemen yang berada pada baris ke-1 dan kolom ke-2 sehingga m12=-1. m23 artinya elemen yang berada pada baris ke-2 dan kolom ke-3 sehingga m23=5.

2. Tentukan matriks koefisien dari sistem persamaan linear berikut.
2x + 3y – z = 6
4x – y + 3z = 10
–x + 2y – 3z = –9

Jawab:
Matriks koefisien dari sistem persamaan tersebut adalah








Telusuri
Pengertian Matriks, Jenis-jenis matriks, macam-macam matriks, notasi matriks, kesamaan dua matriks, operasi pada matriks, opersi matriks, matriks identitas, matriks segitiga, penjumlahan matriks, pengurangan matriks, penjumlahan dan pengurangan matriks, perkalian matriks, invers matriks, transpose matriks,
Read more...

Pengertian Matriks

0 comments
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai informasi yang disajikan dalam bentuk tabel.
Banyak informasi yang sering disajikan dalam bentuk tabel, diantaranya data rekening telepon, data tagihan listrik, data tabungan, harga penjualan barang, data absensi siswa dan lain-lain. Sebagai ilustrasi awal untuk memahami pengertian matriks, pelajari uraian berikut.
Diketahui data hasil panen seorang petani, selama tiga bulan berturut-turut, disajikan dalam tabel berikut (dalam ton).

Hasil PanenBulan pertamabulan kedua bulan ketiga
jeruk10 8 12
mangga5 14 9

Berdasarkan Tabel diatas, kita pasti memperhatikan setiap keterangan yang ada terkait banyaknya setiap buah yang dipanen dalam bentuk angka yang tertera pada tabel yang disusun letaknya berdasarkan baris dan kolom.
Tabel yang baru kita baca dapat disederhanakan dengan menghilangkan keterangan-keterangan yang terdapat pada tabel, dan mengganti tabel dengan tanda kurung seperti berikut ini.


Kini, data yang telah diubah bentuknya hanya terdiri atas bilangan-bilangan yang disusun menurut baris dan kolom. Bentuk baru seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks.
Sebuah matriks memuat tanda kurung sebagai pembatas. Tanda kurung yang digunakan dapat berupa tanda kurung biasa ataupun tanda kurung siku.

Berikut ini beberapa pengertian tentang matriks :

  • Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil atau kompleks) yang disusun atau dijajarkan secara empat persegi panjang menurut baris-baris dan kolom-kolom.
  • Matriks adalah jajaran elemen (berupa bilangan) berbentuk empat persegi panjang.
  • Matriks adalah suatu himpunan kuantitas-kuantitas (yang disebut elemen), disusun dalam bentuk persegi panjang yang memuat baris-baris dan kolom-kolom.
  • Sekumpulan bilangan yang disusun berdasarkan baris-baris dan kolom-kolom membentuk pola persegi panjang dan ditulis dalam tanda kurung biasa maupun kurung siku.


Notasi yang digunakan






Telusuri
Pengertian Matriks, Jenis-jenis matriks, macam-macam matriks, notasi matriks, kesamaan dua matriks, operasi pada matriks, opersi matriks, matriks identitas, matriks segitiga, penjumlahan matriks, pengurangan matriks, penjumlahan dan pengurangan matriks, perkalian matriks, invers matriks, transpose matriks,
Read more...

Wednesday, October 3, 2012

Pertidaksamaan Kuadrat dan Cara Menyelesaikannya

3 comments


Suatu kalimat terbuka yang memuat variabel dengan pangkat positif dan memiliki pangkat tertinggi dua dihubungkan dengan tanda disebut pertidaksamaan kuadrat.
Bentuk umum pertidaksamaan kuadrat :
ax2 + bx + c > 0
ax2 + bx + c ≥ 0
ax2 + bx + c < 0
ax2 + bx + c ≤ 0
dengan a, b, dan c∈ R dan a ≠ 0.

Cara Menyelesaikan Pertidaksamaan Kuadrat
Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat lebih mudah apabila menggunakan garis bilangan. Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat berbeda dengan menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan linear.
Pada pertidaksamaan linear, Anda dapat langsung menentukan daerah penyelesaian setelah memperoleh himpunan penyelesaiannya. Adapun pada pertidaksamaan kuadrat Anda harus menentukan daerahnya terlebih dahulu untuk dapat menentukan himpunan penyelesaiannya. Berikut ini beberapa langkah yang harus dipahami dalam menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat.

  1. Nyatakan bantuk pertidaksamaan kuadrat dengan cara menjadikan ruas kanan sama dengan nol 
  2. Tentukan akar-akar dari pertidakasamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan, melengkapkan kuadrat sempurna, atau rumus abc 
  3. Tentukan nilai-nilai pembuat nol dari akar-akar petidaksamaan kuadrat pada tahap b. 
  4. Gambarkanlah nilai-nilai pembuat nol yang diperoleh pada langkah 3 pada diagram garis bilangan 
  5. Tentukanlah tanda di daerah sekitar pembuat nol, yaitu (+) dan (-) dengan cara menyubstitusikan nilai x yang lebih besar atau lebih kecil dari x1 atau x2. 
  6. Himpunan penyelesaian dari suatu pertidaksamaan dilihat dari tanda pertidaksamaannya. Jika tandanya < atau ≤ maka daerah hasil yang dimaksud adalah daerah negatif. Dan jika tandanya > atau ≥ maka daerah hasil yang dimaksud adalah daerah negatif. Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan tersebut dinyatakan dalam bentuk interval.

Contoh:
1. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan x2 –5x –14 ≤ 0,
untuk x∈ R.
Jawab:
x2 –5x –14 ≤ 0
x2 –5x –14 ≤ 0
(x –7) (x + 2) ≤ 0
x1 = 7 x1 = –2

Uji daerah penyelesaian dengan cara mengambil sembarang titik selain 7 dan -2. Misalnya kita akan mengambil nilai x = 0.
x = 0 ⇒ x2 – 5x –14 = 02 – 5.0 – 14 = –14 (negatif)

pada garis bilangan diatas angka 0 berada diantara -2 dan 7, sehingga daerah diatara -2 sampai 7 bernilai negatif (-)

Karena x2 –5x –14 ≤ 0, maka daerah yang kita ambil adalah yang bernilai negatif (-)
Jadi himpunan penyelesaiannya adalah { x | –2 ≤ x ≤ 7, x∈ R}.


2. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan
2x2 + 5x + 15 < 3x2 + 5x – 1, untuk x∈ R.
Jawab:
2x2 + 5x + 15 < 3x2 + 5x –1
2x2 + 5x + 15 –3x2 –5x + 1 < 0
–x2 + 16 < 0
x2 –16 > 0
(x – 4) (x + 4) > 0

x = 4 atau x = –4
Uji daerah penyelesaian dengan cara mengambil sembarang titik selain 7 dan -2. Misalnya kita akan mengambil nilai x = 0.
ambil x = 0 ⇒ x2 –16 = 02 –16 = –16 (negatif)

Jadi, himpunan penyelesaian adalah {x | x < –4 atau x > 4, x ∈ R}.

3. Himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan x2 + 4x –12 ≤ 0, untuk x∈ R adalah ....
Jawab:
x2 + 4x –12 ≤ 0
x2 + 4x –12 ≤ 0
(x + 6) (x – 2) ≤ 0
x + 6 = 0 atau x – 2 = 0
x = – 6 atau x = 2
Uji daerah penyelesaian dengan cara mengambil sembarang titik selain 7 dan -2. Misalnya kita akan mengambil nilai x = 0.
ambil x = 0 ⇒ x2 + 4x –12 = 02 + 4.0 –12 = –12 (negatif )

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {x | –6 ≤ x ≤ 2, x∈ R}
Read more...